Pergi Berhaji dengan Mengendarai Sepeda

Dapat dibilang setiap muslim memimpikan untuk bisa berangkat ke tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Berbagai cara pun dilakukan pemeluk agama Islam agar bisa melaksanakan rukun Islam kelima ini.

Ini sebagaimana yang dikerjakan oleh sekelompok Muslim berkebangsaan Inggris ini. Mereka memilih sepeda sebagai alat transportasi dan telah mengayuh hingga ribuan kilometer untuk mencapai kota Makkah demi mewujudkan niatnya menunaikan ibadah Haji.


Delapan pria Muslim berkebangsaan Inggris ini mengayuh sejauh 6,540 kilometer dari kota London hingga menuju Mekkah. Tantangan tersebut mereka namakan “Tour de Hajj”. Untuk mencapai tujuan 8 pria ini harus melintasi 17 negara selama 3 bulan.

Demi mengumpulkan dana bagi negara miskin

Mereka memilih jalan tersebut ternyata bukan hanya sekedar iseng melainkan sebagai bentuk kampanye untuk mengumpulkan dana demi amal. Mereka bertujuan memperoleh donasi hingga sebesar Rp8,4 miliar untuk pembangunan masjid serta pusat pendidikan di negara Pakistan, Uganda, Afrika Selatan, serta Sri Lanka.

Bulan Juli lalu 8 orang ini tiba di Turki dan singgah di kota Istanbul. Mereka juga berkunjung di kantor keprisedinan yaitu di istana Dolmabahce untuk bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagaimana yang dimuat di media The National pada Minggu (11/8/2019).


Tentu saja petualangan ini bukanlah hal yang gampang. Bagi sebagian orang bahkan perjalanan ini dirasa mustahil karena harus mengayuh sepeda dari negarasa asalnya, Inggris menuju Arab Saudi. Tak sedikit tantangan yang harus mereka lewati di sepanjang perjalanan.

Salah satunya adalah kesulitan memperoleh makanan halal di kawasan di Eropa. Selain itu mereka juga harus rela berhadapan dengan tangangan cuaca yaitu panas yang begitu terik dan hujan lebat.

Walaupun begitu sekelompok pria Muslim ini akhirnya tiba di Arab Saudi dan mendapat sambutan yang hangat dari saudara-saudara Muslim di tanah suci. Dari halaman kampanye mereka di internet diketahui mereka berhasil mengumpulkan donasi hingga lebih dari 850 juta rupiah dengan perjalanan tersebut.

Berhaji dengan naik motor

Lain di Inggris lain pula di tanah air. Lilik Gunawan (38) rela touring ke tanah suci Makkah dengan mengendarai Yamaha Nmax. Motivasi pria ini ternyata karena ingin  menghajikan orangtuanya.

Anggota aktif DPRD Kabupaten Merangin, Jambi periode 2014-2019 tersebut tengah menjadi buah bibir masyarakat Jambi karena aksinya yang inspiratif.

Tidak pergi sendirian, Lilik ditemani oleh putra kesayangannya yang berumur 4 tahun bernama Balda. Mereka berdua berangkat dengan mengendarai motor Yamaha Nmax warna merah maroon tujuan Arab Saudi.

Perjalanan tersebut menurut Lilik karena membawa misi 1000 pesan cinta untuk sang ibunda yang bahkan mempunyai jargon populer Ride for Moms. Perjalanan tersebut dimulai di bulan Mei lalu dan diharapkan tiba sebelum musim haji di kota Makkah.

Tentu saja ini bukanlah perjalanan yang dapat ditempuh dengan mudah, apalagi sambil membawa balita. Selain lewat jalur darat, Lilik dan Barda juga harus naik kapal menyeberang laut.

Pada akun Instagram pribadinya, @jejakpalmarjambi, ayah dan anak tersebut kerap sharing cerita seru mereka selama dalam perjalanan. Mereka pun sering bertemu dengan komunitas pemotor dari berbagai negara serta kerap dibantu oleh banyak orang.

Setelah bermotor melintasi Pulau Jawa serta Kalimantan keduanya akan menyeberang untuk menuju Brunei Darussalam kemudian Malaysia. Negara berikutnya yang dituju adalah Thailand, tepatnya menuju Bangkok lewat Bukit Kayu Hitam.

Tujuan Lilik adalah untuk mendapatkan undangan Haji Furoda dari Raja Salman demi ibundanya.

Uji Coba Perluasan Ganji-Genap DKI diterapkan Mulai Hari Ini

Uji coba perluasan sistem ganjil genap yang berlaku di DKI Jakarta diterapkan oleh Pemprov Jakarta, hari ini, Senin (12/8). Uji coba pasalnya dimulai hari ini sampai dengan tanggal 6 September 2019 esok. Kebijakan itu dikeluarkan demi menurunkan kadar polusi yang sudah dinilai sangat parah di Ibu Kota. Perluasan ganjil genap bakal sepenuhnya berlaku mulai tanggal 9 September mendatang.

Ganjil Genap Berlaku Senin (12/8) Ini

Ganjil Genap pasalnya baru mulai dterapkan pukul 06.00-10.00 WIB dan juga pada pukul 16.00-21.00 WIB. Daftar 16 buah ruas jalan Ibu Kota yang mengalami perubahan karena adanya sistem Ganjil Genap di antaranya adalah:

  1. Jalan Pintu Besar Selatan
  2. Jalan Hayam Wuruk
  3. Jalan Gajah Mada
  4. Jalan Gunung Sahari
  5. Jalan Senen Raya
  6. Jalan Kramat Raya
  7. Jalan Salemba
  8. Jalan Pramuka
  9. Jalan Tomang Raya
  10. Jalan Kyai Caringin
  11. Jalan Balikpapan
  12. Jalan Suryopranoto
  13. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jl Ketimun 1 sampai dengan simpang Jl TB Simatupang)
  14. Jalan Panglima Polim
  15. Jalan Sisingamangaraja
  16. Jalan Majapahit

Ada juga 9 ruas jalan yang sudah sejak lama mengalami sistem Ganjil Genap yang berlaku di DKI Jakarta adalah

  1. Jalan Medan Merdeka Barat
  2. Jalan DP Pandjaitan
  3. Jalan MH Thamrin
  4. JALAN Rusuna Said
  5. Jalan Jenderal Sudirman
  6. Jalan Gatot Subroto
  7. Jalan Sebagian Jalan Jenderal S Parman (dari ujung simpang jalan Tomang Raya sampai dengan simpang jalan KS Tubun)
  8. Jalan MT Haryono

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Instruksi Gubernur No, 66 tahun 2019 soal Pengendalian Kualitas Udara. Ingub tersebut diterbitkan pada hari Kamis (1/8) lalu. Dalam Ingub tersebut, Anies memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan untuk menyiapkan perluasan ganjil genap ini di jalanan ibu kota. Selain itu juga ia berharap bahwa masyarakat ikut berperan dalam mengurangi kadar polusi Jakarta dengan  cara mematuhi ganjil genap apabila sudah diterapkan.

“Mendorong partisipasi warga dalam hal pengendalian kualitas udara melalui perluasan kebijakan ganjil genap sepanjang musim kemarau,” begiu lah kutipan instruksi Anies dalam Ingub tersebut.

28 Ruas Jalan Dekat Gerbang Tol Kena Imbas Ganjil Genap Juga

Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang memberlakukan sistem ganjil genap hari ini membuat gerbang tol juga terkena imbas sistem tersebut. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan bahwa jalan tol yang terkena ganjil genap merupakan gerbang tol yang mana sejajar dengan jalan yang terkena ganjil genap itu.

“Untuk gerbang tol, seluruhnya yang sejajar dengan simpang Cawang mulai MT Haryono sampai dengan simpang Tomang, Jalan DI Pandjaitan sampai dengan Jalan Ahmad Yani atau Simpang Cempaka Putih,” ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia hari Senin (12/8) ini.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan DKI, pasalnya ada 28 buah ruas jalan yang ada di sekitar tol yang terkena dampak ganjil genap. Jalan-jalan tersebut adalah: namun Dinas Perhubungan juga memberikan alternative lainnya.

Misalnya dari arah timur: Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Suprapto-Jalan Salemba Raya-Jalan Matraman dan seterusnya. Dari arah Selatan: Jalan Warung Jati Barat-Jalan Pejaten Raya-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Saharjo-dan seterusnya.

Dari arah timur: Jalan akses tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika dan seterusnya. Dari arah utara: Jalan S Parman-Jalan Tomang Raya-Jalan Suryapranoto/Jalan Cideng dan seterusnya.

Gerindra Nilai Wajar oleh Rachmawati Soekarnoputri

Rachmawati Soekarnoputri, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, menilai bahwa adanya ‘penumpang gelap’ dalam barisan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah hal yang wajar terjadi. Menurutnya apa yang terjadi di gelaran Pilpres 2019 lalu itu hal yang sangat umum di dunia politik.

Penumpang Gelap Hal Wajar di dalam Politik

Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Umum Gerindra, adalah orang yang pertama kalinya menyebutkan ada ‘penumpang gelap’ di barisan pendukung Prabowo-Sandi pada pilpres 2019 lalu. “Itu biasa dalam satu dinamika di parpol, Jangankan di parpol, di mana-mana juga ada. Ada penumpang gelap, kaki kanan di sana, kaki kiri di sini, itu biasa,” kata Rachmawati ketika ditemui di Grand Sahid Jaya, Jakarta, hari Senin (12/8).

Sebutan ‘penumpang gelap’ ini pasalnya merujuk pada suatu pihak yang mulanya Nampak mati-matian mendukung Prabowo-Sandi selama pilpres berjalan, tapi belakangan Cuma berusaha memanfaatkan Prabowo untuk kepentingan pribadinya.

Rachmawati juga menambahkan bahwa keberadaan ‘penumpang gelap’ ini tetap harus didengar oleh Gerindra. Ia yakin bahwa ada alasan tertentu dari pihak yang mulanya mendukung tapi kemudian memanfaatkan Prabowo untuk kepentingan pribadi tersebut. “Kita mesti berlapang dada menerima semua kritikan. Baik yang setuju, setengah setuju, atau tidak setuju sama sekali. Kita harus menerima kritikan dari berbagai pihak,” ungkapnya lagi.

Namun demikian, dirinya mengingatkan supaya Gerindra tetap waspada demi menjaga cita-cita dan visi partai ke depannya. “InsyaAllah kita tetap waspada supaya apa yang menjadi cita-cita atau visi partai ke depan bisa berjalan mulus,” imbuhnya.

Waketum Gerindra Sebut Ada Penumpang Gelap yang Pengaruhi Prabowo

Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan bahwa ada penumpang gelap yang berusaha untuk mempengaruhi Prabowo. Tapi dia dengan enggan menjelaskan dan merinci lebih detail lagi siapa penumpang gelap yang dimaksudnya itu. 

Ia juga mengatakan bahwa penumpang gelap ini kecewa karena Prabowo sudah melarang pendukung-pendukungnya menggelar aksi tepatnya di Mahkamah Konstitusi ketika sengketa Pilpres beberapa waktu lalu diputuskan.

Tapi mereka tetap berusaha sekuat tenaga menghasut Prabowo setelah sidang MK selesai dan saat Jokowi ditetapkan sebagai pemenangnya. Mereka tetap ingin Prabowo mengorbankan ulama-ulama dan emak-emak.

“Soal penumpang gelap, bukan karena kita singkirkan. Prabowo jenderal perang, dia bilang sama kita ‘kalau diadu terus, terus dikorbankan, saya akan ambil tindakan.’ Enggak terduga dia banting setir dan orang-orang itu gigit jari,” ungkap Dasco yang ditemui Jumat (9/8) lalu di Hotel Ashley, Jakarta Pusat.

“Pertama di MK. Itu tidak disangka dan diduga Prabowo akan umumkan ke pendukungnya untuk tak melakukan demo, enggak datang ke MK agar enggak terjadi hal-hal yang nggak diinginkan. Itu di luar dugaan, orang itu namanya penumpang gelap,” imbuhnya.

Namun demikian, penumpang-penumpang gelap ini masih terus berusaha menghasut Prabowo usai putusan MK. “Sesudah MK, masih ada yang ngomong sama Pak Prabowo, ‘Pak akalu mau rakyat marah, ulama dan emak-emak disuruh ke depan biar jadi korban, rakyat marah.’ Pak Prabowo pikir, ‘emang gue bodoh? Kan kasihan emak-emak, ulama, mau dikorbankan.’,” katanya lagi.

Karena itu lah Prabowo langsung saja seketika merancang strategi yang dapat membuat penumpang-penumpang gelap itu marah dan kecewa. Salah satu strateginya adalah dengan pertemuan yang dibuatnya dengan Presiden Jokowi di Stasiun MRT, di awal bulan Juli 2019 lalu. “Untuk keutuhan NKRI, bukan mau minta Menteri. Dirancang lah pertemuan rekonsiliasi secara diam-diam, senyap, tiba-tiba, untuk persatuan bangsa. Ketemu lah dua tokoh itu di MRT,” pungkasnya.

Cemburu Buta Sebabkan Pria Tembak Mantan Pacarnya Pakai Senapan Angin

Seorang pria dengan insial EY (27) dilaporkan tega menembak mantan pacarnya yang berinisial WL (23) dan juga pria dengan inisial MR (23) menggunakan senapan angina. Di duga motif dari penembakan tersebut adalah karena rasa cemburu. Penembakan yang terjadi pada hari Minggu (11/8) kemarin, tepatnya pukul 16.00 WIB terjadi di Duren Sawir, Jakarta Timur.

Tembak Dengan Senapan Angin

Menurut keterangan dari Kapolres Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo, hal ini bermula saat EY menjemput WL di tempat kerjany untuk kemudian dibawa ke Duren Sawit yang mana menjadi lokasi penembakan. Disebut pelaku adalah mantan pacar korban.

“Pelaku menjemput korban ke tempat kerjanya kemudian di bawa ke TKP (tempat kejadian perkara),” kata Ady ketika dikonfirmasi hari Senin (12/8).

Saat tiba di TKP, menurut Ady, pelaku lalu menghubungi MR dengan memakai telepon genggam milik WL. Tujuannya tak lain untuk membuat perhitungan dengan MR yang diduga kuat sebagai teman dekat WL. Setelah MR sampai di lokasi, maka terjadilah keributan besar. Ketika diajak bicara MR, pelaku menolaknya. “Pelaku tidak terima dan langsung emosi memukul kepala korban (MR).”

Pelaku memukul kepala MR menggunakan senapan angin. Ketika memukul MR, senapan angin itu mengeluarkan peluru kemudian mengenai perut mantan pacarnya, WL. Peristiwa tersebut tak membuat pelaku lantas menghentikan perbuatannya. Ia kembali lagi memasukkan peluru ke dalam senapan anginnya itu.

Lalu MR berusaha merebut senapan angin yang dipakai pelaku itu. Tapi EY langsung saja menembakkan senapan anginnya ke kaki MR. Akhirnya senjata tersebut berhasil direbut oleh MR, namun kembali lagi EY beringas dengan cara mengambil batu dan memukulnya ke kepala MR.

“Pelaku mengambil batu dan akhirnya memukulkannya ke arah korban mengenai bagian jidat korban,” lanjut Ady. Untung saja peristiwa tersebut berhasil dihentikan oleh tim buser yang tengah melakukan observasi di sekitar TKP tersebut. WL dan MR langsung segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Sedangkan pelaku sampai dengan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif tepatnya di kantor kepolisian.

Kasus Serupa

Kasus tentang mantan pacar atau mantan kekasih yang tega menghabisi nyawa mantan kekasihnya bukan lah yang pertama terjadi di Duren Sawit. Pasalnya peristiwa serupa terjadi juga di Tangerang di mana pelaku merupakan tunangan korban.

Pelaku pembunuhan berinisial J adalah tunangan korban berinisial FSL (!7). “Tersangkan merupakan tunangan korban,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, AKBP Alexander Yuriko, bulan Juni lalu, saat peristiwa terjadi.

Ia menuturkan bahwa motif pelaku melakukan hal tersebut karena ia merasa sakit hati pada korban. Pelaku mengungkapkan pada polisi bahwa korban sering membahas mantan pacarnya. “Tersangka yang merupakan t8unangan korban merasa sakit hati dan sering cekcok dengan korban terkait keberadaan mantan pacar korban,” tutur Alex.

Karena sakit hati itu lah, akhirnya sang pelaky melakukan aksi pembunuhan itu dengan mencekik leher korban sampai kehabisan nafas. Lalu pelaku juga mengikat tangan dan juga kaki korban memakai tali rafia.

Menurut hasil autopsi, Alex mengatakan bahwa korban meninggal karena terhalangnya saluran pernapasan korban karena proses penyumbatan paksa dari luar. Tidak hanya itu, hasil autopsi juga menemukan adanya luka di bagian kepala korban karena adanya pukulan benda tumpul. Alex mengatakan bahwa di TKP sangat sepi dan tidak ada kamera CCTV.

Tangkuban Perahu Masih Erupsi, Keluarkan Asap Putih

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) mengatakan Gunung Tangkuban Perahu pasalnya masih mengalami erupsi dengan mengeluarkan asap putih yang ada di bagian kawah hari ini, Senin pagi (12/8). Statusnya sendiri masih di tingkat waspada.

Keluarkan Asap Putih

Menurut laporan dari Pos Gunung Tangkuban Perahu yang dilansir dari CNN Indonesia, asap teramati berwarna putih dan juga kelabu dengan intensitas sedang, tebal dan juga tinggi yang tingginya 200 meter dari dasar kawah utamanya.

Erupsi pun masih terjadi di Kawah Ratu di mana erupsi itu mengeluarkan material yang tinggi kolom abunya sekitar 90 meter dari dasar kawahnya. “Aktifitas vulkanis masih tinggi dan tengah terjadi erupsi terus menerus,” demikian ungkap Kepala PVMBG Kasbani yang disampaikan lewat pesan tertulis pada hari ini, Senin (12/8).

Tidak hanya itu, tremor dan juga microtremor pun masih juga terjadi. Hal tersebut terekam dengan amplitudo 15-50 mm atau pun dominan 45 mm.

Lalu Kasbani mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Perahu supaya tenang dan tetap beraktifitas seperti biasanya. Ia meminta warga untuk tak terpancing isu-isu soal letusan Gunung Tangkuban Perahu. Ia juga berharap masyarakat bisa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Aktifitas vulkanik dari Gunung Tangkuban Perahu meningkat sejak tanggal 26 Juli yang lalu. Gunung itu mendadak mengeluarkan kolom abu yang terpantau 200 meter di atas puncak atau kira-kira 2.285 meter di atas permukaan laut. PVMBG langsung meminta warga, pendaki dan pengunjung untuk langsung menjauhi Kawah Ratu dan juga Kawah Upas. PVMBG juga tidak memperbolehkan ada warga yang menginap di Kawasan kawah-kawah aktif. Status ini akhirnya dinaikkan dari yang level I (normal) jadi level II (waspada).

Aktifitas vulkanis Gunung Tangkuban Perahu akhirnya bisa mereda seiring dengan berjalannya waktu. Akan tetapi, belum berhenti sampai dengan hari ini.

Di hari Sabtu minggu lalu (3/8) warga setempat pasalnya mencium bau belerang dari Gunung Tangkuban Perahu. Kemudian mereka terbiasa menghirup bau belerang karena hal itu sudah terlalu sering terjadi.

Termutakhir, akhirnya PV,BG mencatatkan bahwa Gunung Tangkuban Perahu masih mengalami erupsi bersifat freatik terus menerus di hari Kamis minggu lalu (8/8). Kepala Subbidang Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Nia Haerani, menyatakan bahwa erupsi itu adalah kelanjutan dari tanggal 26 Juli lalu.

“Suara gemuruh terdengar lemah, itu jika kita berada di dekat Kawasan,” katanya Kamis (8/8) lalu.

PVMBG meminta pada seluruh masyarakat supaya tetap tenang dan menjalani aktifitas seperti biasanya. Jangan sampai termakan isu-isu yang tak benar dan terus mengikuti perkembangan informasi yang dikeluarkan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencara Daerah).

Gunung Tangkuban Perahu Masih Erupsi

Gunng Tangkuban Perahu masih saja mengalami erupsi freaktik terus menerus. Ini bukan erupsi susulan karena termasuk lanjutan dari tanggal 26 Juli lalu. Menurut laporan petugas di Pos PGA Gunung Tangkuban Perahu, hari Kamis minggu lalu, jam 12.00 WIB bahkan erupsi masih terjadi dengan adanya semburan abu dengan ketinggian 80 meter dari Kawah Ratu.

Nia pun menambahkan bahwa material semburan abu masih jatuh di dasar kawah. Tapi, Gunung Tangkuban Perahu masih belum stabil dan bisa menghembuskan gas-gas yang bisa membahayakan kesehatan. PVMBG juga meminta masyarakat untuk tetap beraktifitas, paling tidak sejauh 1.5 kilometer dari kawah dan tak terpancing isu.